Memperpanjang Periode Petik Cabai Keriting Part.6


Widodo Dripp

Rabu,05 Desember 2018

Memperpanjang Periode Petik Cabai Keriting Part.6

Sebelumnya perlu diketahui bahwa perlakuan yang dijelaskan di dini adalah standar perlakuan yang menitikberatkan pada pemberian nutrisi (pupuk / hara). Untuk pengendalian hama dan penyakit bisa dibaca pada artikel di bagian lain. Fase ini berlangsung cukup singkat. Antara 5 hari hingga 1 minggu. Pada fase ini belum banyak yang perlu dilakukan dalah hal pemberian pupuk, selain menjaga kondisi tanah tidak kering dan antisipasi hama serangga yang biasanya merusak batang muda. Tanaman saat itu dalam keadaan rentan dan sensitif. Pengamatan perlu dilakukan pada pucuk tanaman dan batang muda. Ketika tunsa sudah mulai tumbuh dan pada batang batang telah terbentuk ligning atau jaringan kayu berwarna cokelat muda maka saat itulah tanaman sudah memasuki fase selanjutnya.

Fase Adaptasi

Fase ini berlangsung cukup singkat. Antara 5 hari hingga 1 minggu. Pada fase ini belum banyak yang perlu dilakukan dalah hal pemberian pupuk, selain menjaga kondisi tanah tidak kering dan antisipasi hama serangga yang biasanya merusak batang muda. Tanaman saat itu dalam keadaan rentan dan sensitif. Pengamatan perlu dilakukan pada pucuk tanaman dan batang muda. Ketika tunsa sudah mulai tumbuh dan pada batang batang telah terbentuk ligning atau jaringan kayu berwarna cokelat muda maka saat itulah tanaman sudah memasuki fase selanjutnya.

Pada fase pertumbuhan awal (starting)

Fase ini disebut starting grown dimulai sejak tanaman lepas dari masa stagnasi, kurang lebih 5 – 7 hari setelah pindah tanam. Kebutuhan pupuk pada fase ini tidak terlalu mutlak karena ketersediaan hara dari tanah dan pupuk dasar yang diberikan sebelumnya masih mencukupi. Pemupukan susulan pada fase ini dimulai pada umur 15 hari setelah tanam diberikan komposisi pupuk sebagai berikut :

Per 100 liter air :

  • NPK 15-15-15 soluble = 800 gram

  • ZA (amonium sulfat) = 100 gr

  • KNO3 putih (14-0-46) = 100 gr

  • Larutkan ke dalam 100 liter air.

  • Tambahkan HUMALIT / STARKA 100 gram.

  • Kocorkan 200 ml larutan tersebut untuk tiap batang.

 

Perlakuan penting :

  • Aplikasi ORBIOS untuk penyemprotan daun setiap 7 hari sekali.

  • Aplikasi SPIN pada daun 1 kali.

 

Pada fase vegetatif lanjut 

Dimulai 22 hari setelah pindah tanam. Ciri yang terlihat batang tanaman sudah membentuk jaringan kayu (lignin) secara jelas, membentuk cabang-cabang, pertumbuhan tunas-tunas lateral (tunas ketiak), menjelang akhir fase ini ada kalanya sudah terbentuk bunga yang disebut bunga promordial tetapi belum banyak. Komposisi pupuk yang diberikan per 100 liter air :

  • NPK 15-15-15 soluble = 1200 gram

  • ZA (amonium sulfat) = 250 gr

  • MAP (monoammonium phosphate) = 75 gr

  • Larutkan dalam 100 liter air.

  • Tambahkan HUMALIT / STARKA 200 gram.

  • Tiap 1 liter dikocorkan untuk 4 tanaman (250 ml per batang)

  • Ulangi aplikasi tiap 7 – 10 hari hingga tanaman memasuki fase berbunga.

 

Perlakuan penting :

  • Aplikasi ORBIOS untuk penyemprotan daun setiap 7 hari sekali.

  • Aplikasi penyemprotan BLACK CALCIUM 2 kali di fase ini, dimulai saat awal fase dengan pengulangan 7 hari setelahnya. Tujuannya untuk menunjang pembentukan dinding sel yang lebih kuat.

 

Pada fase berbunga,

Dicirikan dengan banyaknya percabangan yang terbentuk, dan pada cabang-cabang dewasa sudah mulai muncul bunga. Pada fase ini mulai terjadi pengalihan sintesis karbohidrat dari pembentukan liginin ke organ-organ reproduktif (bunga dan calon buah). Energi yang dikerahkan cukup tinggi sehingga kondisi daya tahan tanaman mulai menurun dan rentan terhadap dampak serangan hama dan penyakit. Fosfat sangat dibutuhkan kehadirannya pada fase ini. Lakukan pengendalian hama dan penyakit dengan merujuk pada petunjuk DI SINI.

Komposisi pupuk yang diberikan :

  • NPK 15-15-15 soluble = 1200 gram

  • MAP (monoammonium phosphate) = 100 gr

  • MKP (Monokalium phosphate) = 100 gr

  • Larutkan dalam 100 liter air.

  • Tambahkan HUMALIT / STARKA 200 gram.

  • Tiap 1 liter dikocorkan untuk 4 tanaman (250 ml per batang)

  • Ulangi aplikasi tiap 7 – 10 hari hingga tanaman memasuki fase generatif dimana sebagian besar bunga sudah menjadi calon buah.

 

Perlakuan penting :

  • Aplikasi ORBIOS dan FOCUS P untuk penyemprotan daun setiap 7 hari sekali.

  • Selingi penyemprotan BLACK CALCIUM 2 kali di fase ini, dimulai saat awal fase dengan pengulangan 7 hari setelahnya. Tujuannya untuk memperkuat tangkai bunga agar tidak mudah rontok.

  • Usahakan penyemprotan dengan nosel menghadap ke atas dengan sasaran bagian bawah daun, partikel air mengabut, dan upayakan penyemprotan seminimal mungkin kontak langsung dengan bunga agar penyerbukan tidak terganggu.

 

Pada fase generatif

Yaitu masa berbuah. Pada fase ini sebagian besar bunga telah menjadi buah, sementara bunga masih terus bermunculan. Pertumbuhan tunas-tunas baru berkurang drastis atau stagnan.  Komposisi pupuk terdiri dari :

  • Jika musim kemarau :

  • NPK 15-15-15 soluble = 1500 gram

  • MKP (Monokalium phosphate) = 200 gr

  • KNO3 putih (16-0-46) = 150 gr

  • Jika musim penghujan :

  • NPK 15-15-15 soluble = 1500 kg

  • MKP (Monokalium phosphate) = 200 gr

  • ZK = 200 gr

  • Larutkan dalam 100 liter air.

  • Tambahkan STARKA 2 gram per liter larutan diatas.

  • Tiap 1 liter dikocorkan untuk 4 tanaman (250 ml per batang)

  • Aplikasi diulangi tiap 3 kali petik hingga buah hampir Selama fase ini pertahankan kondisi kesehatan tanaman, kendalikan hama dan penyakit, dan pertahankan titik-titik tumbuh.

 

Perlakuan penting :

  • Aplikasi ORBIOS dan FOCUS K untuk penyemprotan daun setiap 4 hari sekali.

  • Selingi penyemprotan BLACK CALCIUM di fase ini, dimulai saat awal fase dengan pengulangan 7 hari setelahnya. Tujuannya untuk mencegah kerontokan buah, mencegah busuk pangkal buah serta meningkatkan daya simpan hasil panen.

  • Usahakan penyemprotan dengan nosel menghadap ke atas dengan sasaran bagian bawah daun, partikel air mengabut, dan upayakan penyemprotan seminimal mungkin kontak langsung dengan bunga karena penyerbukan bunga pada fase ini masih terus berlangsung.

Periode Selanjutnya                                                 

Disaat buah mulai berkurang persiapkan tanaman untuk memasuki periode kedua. Pada fase ini biasanya tanah sudah mulai jenuh dengan garam-garam mineral pupuk yang tidak terserap tanaman. Untuk membenahi tanah lakukan pengocoran dolomit 5 gr per liter + asam humat HUMALIT 2 gram per liter dan ORBIOS 4 ml per liter, siramkan pada pangkal batang / perakaran 250 ml per tanaman. Jangan dicampurkan dengan pupuk kimia (NPK).

Selanjutnya paling cepat 3 hari setelahnya mulai lakukan pemupukan dengan komposisi sebagaimana Fase Vegetatif Lanjut namun tiap liter larutan diberikan untuk 3 tanaman. Selain itu ada penambahan MICRONSEL pada aplikasi penyemprotan pupuk melalui daun. Ulangi setiap interval 5 hari sekali hingga muncul tunas-tunas baru. Dan ketika tunas sudah optimal, lanjutkan dengan pemupukan Fase Berbunga, demikian seterusnya.

 

Keterangan

  1. Tingkat keberhasilan sistem tersebut di atas sangat tergantung pada kondisi kesehatan tanaman dan kondisi tanah sebagai media tanam (pH, kelembaban, kejenuhan garam pupuk, aerasi, drainase).

  2. Untuk itu pengendalian hama dan penyakit harus dilakukan secara intensif sejak awal. Silahkan merujuk pada artikel ini.

  3. Untuk pengkondisian tanah silahkan merujuk pada artikel ini.

  4. Tipe tanah (jenis, tekstur, agregat dll) juga mepengaruhi pemupukan. SOP di atas ideal untuk tipe tanah entisol (yg berasal dari pelapukan material vulkanik) atau tanah lempung ringan yang sering ditanami, dengan penambahan cukup bahan organik, mampu mengikat air dan bertekstur poros dengan drainase yang baik, kisaran pH 6-7.

  5. Salah satu kunci keberhasilan memperpanjang periode petik cabai merah ini juga terletak pada aplikasi pupuk organic enzim ORBIOS. Berbeda dengan pupuk daun kimia, ORBIOS mempunyai kandungan enzim dan hormon tumbuh alami. Enzim berfungsi sebagai katalisator (perubah) untuk mengoptimalkan proses metabolisme dalam jaringan tanaman, yaitu proses pengubahan unsur-unsur sederhana (hara dan gas) menjadi senyawa kompleks hingga mengarah pada terbentuknya organ-organ tanaman. Berkurangnya kandungan enzim dalam tanaman menyebabkan tanaman tidak mampu memproses unsur hara menjadi bentuk senyawa organik sehingga seolah-olah tanaman tidak mengalami perubahan signifikan saat diberikan pupuk, dan jika dipaksakan pemupukannya tanaman bisa saja mengalami keracunan. Aplikasi ORBIOS dapat dikombinasi dengan pestisida berbentuk EC, WP, SC, WSC.

  6. Untuk menghemat waktu, dosis dan membantu performa aplikasi dapat menggunakan campuran GLOSS, terutama saat musim kemarau agar larutan cepat terserap tanaman sebelum mengering oleh terik matahari.

Jika terjadi kerontokan bunga dan buah semprotkan BLACK CALCIUM sesuai dosis anjuran.  Sedangkan jika terjadi hujan pada malam hari dianjurkan keesokan harinya tanaman disemprot dengan KLINOP untuk menetralkan permukaan tanaman, menyerap kelebihan nitrat dan menghambat pertumbuhan spora jamur patogen. Harap diketahui hujan pada malam hari mengandung asam nitrat dan sulfat yang dampaknya membuat sel-sel tanaman menjadi turgid (mudah membengkak dan menyerap cairan terlalu banyak) dan rentan terhadap patogen terutama fungi.