DETAIL ARTIKEL

Pentingnya Aplikasi Pupuk Melalui Daun


Widodo Dripp

Sept, 01, 2018

Card image cap

     

Tanaman cabai yang dibudidayakan dengan perlakuan standar umumnya hanya dapat dipanen satu periode, dengan produktivitas yang dicapai ratarata berkisar 0,6 sampai 0,8 kg per tanaman. Selewat satu periode kondisi tanaman dan produktivitasnya akan semakin menurun. Kalaupun tanaman masih mau berbunga dan berbuah lagi biasanya buah yang dihasilkan tidak banyak dan ukurannya kecil-kecil. Masa petik pun hanya setengah dari periode pertama.

Ada suatu teknik untuk memperpanjang masa panen cabai hingga 2 sampai 3 periode. Tak mengherankan jika tanaman cabai mampu hidup dan berproduksi selama hampir 1 tahun. Setelah periode petik pertama usai, tanaman masih dapat ditumbuhkan tunas-tunasnya, dipelihara hingga berbunga dan berbuah lagi. Periode panen yang kedua ini bisa jadi buahnya lebih lebat dibanding yang pertama. Total panen yang dihasilkan pun meningkat antara 50 % sampai 80 %. Teknik ini pernah dipakai di desa Botoreco kecamatan Kunduran Blora oleh Joko Susilo pada tahun 2000, dimana tanaman cabai merah keriting jenis TM-999 mampu tumbuh selama 11 bulan dengan produktivitas per tanaman 1,47 kg. Pemetikan mencapai 56 kali. Harga terendah saat itu Rp. 1.200 per kg, sedangkan tertinggi Rp. 8.000,. Penambahan biaya produksi total berkisar 20 % hingga 25 % dari perlakuan standar.

Di Kecamatan Gantiwarno Klaten, metode perpanjangan periode panen cabai merah ini juga pernah diterapkan oleh Drs. Suratmin, petani yang juga seorang guru dari Desa Kemudo kecamatan Prambanan. Cabai merah keriting varitas Blora (Surya Mentari) yang ditanam pada bulan Februari 2004 masih sanggup berbuah hingga November 2004 dengan produktivitas rata-rata 1,21 kg per tanaman.

Teknik yang digunakan sebenarnya menitikberatkan pada manajemen fase tanaman dan pemupukan bersiklus. Pada prinsipnya tanaman cabai keriting mempunyai potensi umur hingga 15 bulan jika kebutuhan nutrisinya tepenuhi dengan tepat, kondisi lingkungan mendukung, gangguan hama dan penyakit terkendali. Teknik ini memerlukan persyaratan yang harus benar-benar dipenuhi antara lain tanah diolah dengan baik, menggunakan mulsa, pengairan tercukupi, kecukupan bahan organik bagi tanah dengan pupuk kandang, serangan hama dan penyakit terkendali, kebersihan lahan bersih dari gulma, dan pH tanah mendekati seimbang atau netral, hindari penggunaan hormon / ZPT secara rutin. Adapun yang perlu dipersiapkan diantaranya :

Memilih varitas benih yang sudah terbukti adaptif dengan agroklimat setempat. Umumnya benih lokal lebih mampu bertahan dibanding hibrida tetapi kemampuan produksinya kalah dengan hibrida. Pengelolaan lahan secara tepat dengan memperhatikan musim, tekstur tanah, drainase, kecukupan bahan organik dan lain sebagainya (baca di sini).
Penggunan mulsa adalah suatu keharusan.
Antisipasi pemenuhan kebutuhan air untuk musim kemarau, karena penanaman ini dalam 2 musim. Persiapan sarana produksi pertanian berupa pupuk organik, dolomit atau pembenah tanah jenis penukar ion (zeolit / bentonit), pupuk makro slow release dan fast release, pupuk foliar, pestisida yang terdiri dari insektisida spektrum luas dan fungisida multi site. Untuk pestisida spesik melihat perkembangan hama dan penyakit nantinya.
Pemberian pupuk lewat siraman akar atau kocoran lebih baik karena lebih cepat direspon oleh tanaman.

Memperpanjang Periode Pane

Metode pemupukan bersiklus artinya mengatur pemberian pupuk dengan komposisi yang disesuaikan kebutuhan tiap-tiap fase tumbuh tanaman hingga akhir masa petik, kemudian siklus pemupukan diulang untuk mengembalikan fase tumbuh tanaman seperti awal. Ada 4 fase tumbuh tanaman cabai keriting sejak ditanam di lahan yaitu:

– fase pertumbuhan awal, yaitu saat tanaman membentuk tunas apikal setelah pindah tanam di lahan, pembentukan serabut akar muda, dan pembentukan lignin (jaringan kayu pada batang).
– fase vegetatif lanjut, yaitu saat tanaman membentuk tunas-tunas percabangan, beberapa diantaranya muncul bunga tetapi belum banyak bunga produktif. – fase primordia bunga, saat sebagian besar tanaman sudah berbunga.
– fase generatif atau berbuah, saat pertumbuhan vertikal dan horisontal mulai menurun, sebagian bunga sudah menjadi calon buah.